Minggu, 20 Maret 2011

LoVE LEttER

Wanita suci. . . . .
Memang aku tidak romantis, tapi siapa peduli
karena toh kau tidak mengenalku dan memang tidak perlu mengenalku
Bagiku kau bukan bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga
terindah dan terharum sekalipun
Bagiku manusia adalah mahkluk terindah, tersempurna dan tertinggi
Bagiku dirimu satu manusia terindah, tersempurna,tertinggi karenanya kau tak
membutuhkan persamaan
                 Wanita suci. . . . .
                 Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh, karena itu akan
                 membuatmu mengingatmu
                 Berarti memenuhiku kepalaku dengan inginkanmu
                 Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku
                 Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa sesemangat mentari
                 Kasihani dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh
                 dengan lumpur, dirimu terlalu suci
Wanita suci. . . . .
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung, ada ingin
tapi tak ada henti
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu
pun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginkan karena sucimuu, indahmu kau
pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi seperti wanita biasa di
hadapanku,
Bila kau kalah, tak lebih dari wanita biasa
               Wanita suci. . . . .
               Jangan pernah kau tatapkan penuh, bahkan kau tak perlu lirikan matamu
               untuk melihatku
               Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang manipulator
               Aku biasa memakaikan topeng keindahan pada wajah burukku,
               mengenakan pakaian sutera emas,
               Meniru laku para Rahib, meski aku lebih kotor dari kubangan lumpur
               Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi karena
               toh kau hanya manusia, hanya wanita, meski kau wanita suci
Wanita suci. . . . .
Beri separuh diri pada dia lelaki suci yang dengan sepenuh diri bawamu pada
Allah
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tidak perlu pikir
lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda
Khadidjah
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci
            Wanita suci . . . . .
            Besarkan harapmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
            Relakan Allah pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang...... atau
            nanti.......
            Bahkan mungkin tak ada sampai kau mati
            Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam
            permainan saat ini
            Mungkin lelaki suci itu menenti di istana kekalmu yang kau bangun
            dengan seluruh kekhusyuan ibadah
Wanita suci . . . . .
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tetapi itulah pilihan-Nya
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki pilihan itu, melainkan pada jalan yang
kau pillih,
sseperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta ke-islam-an sebagai
mahar pernikahan
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan
Sang Kekasih Tertinggi
Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta dan menerima cinta yang
tak terhingga tiap detik hidup kita


*a nice poem by KESUMA SQUAD